Senin, 18 November 2013
APRIL Pelopori Bisnis Kehutanan
Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) menggulirkan dana investasi sebesar 7 juta dolar AS un-tuk mengelola areal restorasi ekosistem. Dana ituakan digulirkan untuk tiga tahun pertama sejak 2013 hingga 2015. Restorasi ekosistem merupakan salah satu model bisnis kehutanan baru di masa depan. Restorasi ekosistem dilakukan dengan memberikan satu konsesi kawasan hutan terdegradasi kepada investor yang akan menanami dengan tanaman asli lokal.
"Investor tidak boleh mengambil keuntungan dari hasil kayu hutan tersebut. Investor hanya boleh meng-ambil keuntungan dari hasil hutan non-kayu, seperti air, madu dan ekowisata," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, saat meresmikan program Restorasi Eko-sistem Hutan Gambut, di Jakarta, Selasa (7/5). Menurut dia, dalam mekanisme perdagangan karbon, sertifikat penyerapan karbon bisa diperdagangkan. Namun pemegang izin usaha dilarang memanfaatkan pohon atau bagian dari pohon yang berada di dalam kawasan yang sedang direstorasi. Dia mengatakan, pemerintah memberikan izin restorasi ekosistem kepada APRIL asia di areal hutan lindung rawa gambut di Semenanjung Kampar, Riau. "Investasi ini adalah investasi jangka panjang bisa 60 tahun, karena itu kriterianya pun tidak mudah karena perusahaan harus memiliki modal dan infrastruktur," kata Zulkifli. Diketahui, APRIL asia merupakan induk usaha dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang juga perusahaan kelima yang memperoleh izin restorasi ekosistem. "Untuk memperoleh izin restorasi tidak mudah, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. APRIL adalah perusahaan yang memenuhi kriteria itu," tuturnya. Menurut dia, sampai saat ini sudah banyak perusahaan yang mengajukan izin restorasi ekosistem, bahkan jumlahnya telah mencapai lebih daru 40 unit perusahaan dengan luas areal lahan yang bervariasi. Namun Kemenhut telah menerapkan aturan baku yang sangat ketat demi keamanan dan kelangsungan ekosistem itu sendiri. Sampai saat ini baru lima perusahaan yang sudah mengantongi perizinan karena dianggap mampu. "Kami harus hati-hati dalam memberikan izin karena tujuannya untuk mengembalikan keragaman hayati," katanya.
Izin restorasi ekosistem ini diberikan lewat anak usaha APRIL yakni, PT Gemilang Cipta Nusantara (CGN).
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar